Jumat, 19 Agustus 2011

Sidang Sengketa Informasi

Dikpora Kabupaten Tegal Diminta Serahkan Dokumen


SEMARANG- Termohon Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Kabupaten Tegal diperintahkan menyerahkan dokumen kontrak pengadaan buku perpustakaan SD dan SMP yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan 2010 terhadap pemohon LSM Kipmentah. Ketua Majelis Komisioner Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jateng Bona Ventura Sulistiana juga memerintahkan termohon untuk bisa memberikan dokumen tersebut dalam jangka waktu 10 hari.

Keputusan itu disampaikan dalam sidang sengketa informasi antara Dikpora Kabupaten Tegal dan Ketua LSM Kipmentah Jusri Sihombing di kantor KIP Jateng, kemarin. Dalam sidang tersebut, pihak Dikpora diwakili Kepala Bagian Hukum Sekretariat Pemkab Tegal, Salu Panggalo. Pemohon Jusri Sihombing hadir langsung mengikuti jalannya persidangan.

Bona Ventura mengatakan, rencana kerja anggaran (RKA) tahun 2011 Dikpora Kabupaten Tegal, daftar paket pengadaan barang dan jasa DAK Pendidikan 2010, pagu anggaran, nilai kontrak maupun rekanan adalah informasi yang terbuka. "Dalam jangka waktu 10 hari, kami perintahkan Dikpora Kabupaten Tegal untuk menyerahkan dokumen kepada pemohon," tandasnya.

Empat Kali

Keputusan itu diambil berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Komisi Informasi No 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi Publik. Sidang sengketa informasi LSM Kipmentah melawan Dikpora Kabupaten Tegal sudah berlangsung empat kali. Sidang terakhir, kemarin, berlangsung selama 1 jam 30 menit.

Atas keputusan itu, Jusri Sihombing berharap institusi atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lain di lingkungan Pemkab Tegal bisa lebih terbuka. Keputusan yang dihasilkan dalam persidangan tersebut sudah sesuai dengan harapannya.
Kepala Bagian Hukum Sekretariat Pemkab Tegal Salu Panggalo masih akan membahas dengan pimpinannya untuk mengambil langkah selanjutnya. Selama 14 hari ke depan, pihaknya masih pikir-pikir untuk melakukan penolakan atau menerima amar putusan KIP Jateng tersebut. (J17-65 )


Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/08/19/156570/Dikpora-Kabupaten-Tegal-Diminta-Serahkan-Dokumen

Rabu, 26 Januari 2011

Aset Bupati Tegal Kembali Disita

26 Januari 2011
SLAWI - Satu persatu aset Bupati Tegal Agus Riyanto dipereteli Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Kali ini, tim penyidik menyita belasan alat berat senilai Rp 1,4 miliar milik tersangka kasus dugaan korupsi Jalan Lingkar Kota Slawi (Jalingkos) tersebut.

Penyitaan dilakukan Selasa (25/1) kemarin sekitar pukul 11.00, dipimpin Ketua Tim Penyidik Gatot Guno Sembodo. Alat berat sebanyak 14 jenis itu disita dari PT Kuwaka Kajen yang bergerak di bidang pengaspalan jalan. Di antaranya dua dump truk, satu unit aspal finisher, dan satu set universal pentometer.

Dari PT Kuwaka, alat berat tersebut sebelumnya dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Slawi. Dari situ kemudian dititipkan ke Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tegal untuk dirawat.

“Benar, penyitaan kami lakukan untuk memastikan kembalinya kerugian negara dalam kasus Jalingkos ini,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jateng Widyopramono.

Kajati menjelaskan, alat berat itu diduga merupakan investasi Agus Riyanto. Dana investasi berasal dari pinjaman Pemkab Tegal kepada Bank Jateng sebesar Rp 2,225 miliar. Seharusnya dana pinjaman itu digunakan Pemkab Tegal, namun dibelokkan tersangka untuk investasi pribadi.

Penyimpangan dana pinjaman Bank Jateng itu semakin menguatkan perbuatan korupsi Agus. Sebelumnya Agus Riyanto ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati sejak 20 September 2010. Dia dinilai bertanggung jawab atas penyimpangan APBD Kabupaten Tegal 2006/2007 sebesar Rp 1,73 miliar. “Jadi penyitaan ini tidak asal sita, tapi berdasarkan pada bukti pemeriksaan,” tegas Kajati.

Keterlibatan Agus Riyanto diketahui berdasarkan kesaksian terpidana Edi Prayitno alias Edi Jayeng, mantan Kabag Agraria Pemkab Tegal periode 2006. Dalam persidangan, Edi menyebut dirinya suruhan Bupati Tegal Agus Riyanto.
Sebelumnya, Kejati juga menyita sebuah rumah milik Bupati Tegal di Kompleks Cibolerang Blok F 12, Kota Bandung, Jumat (21/1) lalu.

Pemilik PT Kuwaka Kajen Hasan Suryadi di sela-sela penyitaan mengatakan, Agus Riyanto dan Edi Jayeng memang menginvestasikan modal ke PT Kuwaka pada tahun 2006. Sesuai dengan kesepakatan, penyertaan modal itu atas nama istri-istri tersangka, yakni Marhamah (istri Agus Riyanto) dan Aryani Wulandari (istri Edi Jayeng). Investasi yang ditanamkan ke perusahaan itu masing-masing sebesar Rp 700 juta.

’’Sesuai dengan penghitungan saya, saham yang dimiliki kedua orang itu senilai Rp 1,050 miliar,’’ katanya.
Menurut dia, alasan penyitaan sebagian aset milik PT Kuwaka dilakukan karena saham yang diinvestasikan kedua orang itu diduga berasal dari uang Jalingkos. Barang-barang yang disita merupakan alat produksi aspal hotmix. Alat-alat itu sudah tidak beroperasi selama dua tahun karena tidak ada pesanan.

’’Penyitaan tidak merugikan perusahaan, namun mengganggu produksi. Tapi masih tetap bisa beroperasi,’’ terangnya.
Tim Penyelidik Kejati Gatot Guno Sembodo menjelaskan, penyitaan alat berat PT Kuwaka berkaitan dengan kasus dugaan korupsi Jalingkos. Penyitaan itu merupakan tindak lanjut setelah sebelumnya Kejati menyita sebuah rumah yang diduga hasil korupsi Jalingkos. ’’Kami tidak asal menyita, tapi berdasarkan bukti-bukti penyelidikan,’’ katanya.
Lebih lanjut dikatakan, penyitaan aset selanjutnya masih menunggu perkembangan kasus tersebut. Pihaknya juga belum berani memberikan penjelasan tentang pemanggilan Bupati Tegal. (H64,H68,H30-43)

sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/01/26/135395/Aset-Bupati-Tegal-Kembali-Disita

Senin, 24 Januari 2011

Kejati Sita Rumah Bupati Tegal


21 Januari 2011

Semarang, CyberNews.
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah menyita sebuah rumah milik Bupati Tegal, Agus Riyanto. Rumah senilai Rp 400 juta itu diduga dibeli dengan uang hasil korupsi proyek Jalan Lingkar Kota Slawi (Jalingkos).

Aset milik tersangka Jalingkos itu terletak di Jalan Cibolerang Indah Blok F/12 Kelurahan Margahayu Utara Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung. Rumah dua lantai seluas 300 meter persegi itu dieksekusi Tim Kejati yang dipimpin Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Setia Untung Arimuladi, Jum'at (21/1).

Melalui sambungan telepon, Untung menyatakan bahwa pihaknya melakukan penyitaan berdasarkan surat perintah penyidikan Kejati Jateng dan selanjutnya mendapatkan ijin penyitaan dari Pengadilan Negeri (PN) Bandung. “Surat perintah penyidikan Kajati Jateng dan ijin penyitaan dari Pengadilan Negeri Bandung, kami sita rumah itu sebagai barang bukti,” kata Untung.

Ketika mendatangi lokasi, Untung dan tim kejati mendapati rumah tersebut dalam keadaan tidak berpenghuni. Dari para tetangga, diketahui rumah bercat kuning dengan pagar hijau itu sudah satu tahun terakhir kosong. Sebelumnya, rumah berkanopi hijau itu dihuni seorang wanita muda dengan satu anak.

Sebelumnya, Kejati Jateng menetapkan Agus Riyanto sebagai tersangka Jalingkos sejak 20 September 2010 lalu. Namun hingga kini Bupati Tegal itu belum sekalipun diperiksa. Surat ijin pemeriksaan kepala daerah dari presiden yang belum turun menjadikan Kejati tak mampu menyentuh Agus Riyanto.

sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/01/21/76028/Kejati-Sita-Rumah-Bupati-Tegal

Kunjungan